Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

Awali Bismillah, Jaga Integritas!!

Postingan saya kali ini adalah hasil copy paste dari Kolom Sindo yang ditulis oleh Wakil Menteri, Bapak Denny Indrayana. Tujuannya semata-mata hanya mengingatkan saya dan pembaca terutama para calon-calon abdi negara agar kita selalu merawat dan mejaga pohon-pohon integritas..^_^ 
Author: 
DENNY INDRAYANA Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,Guru Besar Hukum Tata Negara UGM

Ketika menuliskan kolom ini, tragedi penyerangan di Lapas Kelas IIB Sleman sedang sangat mengemuka. Banyak yang menyarankan saya menuliskan tentang itu. 
Saya memutuskan untuk tidak membahasnya dulu. Alasan utamanya, siapakah pelaku penyerangan itu sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Siapa pun pelakunya tentu harus diungkap tuntas. Mereka telah melakukan pembunuhan yang keji dan tentu tidak dapat ditoleransi, tidak dapat dibiarkan. Setiap tindakan main hakim sendiri, apa pun alasannya, tidak dapat dibenarkan. 
Karena itu, Kemenkumham akan memberikan seluruh dukungan (full support) dan seluruh kekuatan (full power) untuk membantu pengungkapan siapa pelaku pembunuhan tersebut. Sampai di situ dulu tahapan pembahasan tragedi penyerangan ke Lapas Sleman, selebihnya mari kita kawal dan dukung agar aparat kepolisian menyelesaikan penyelidikan dan menemukan pelakunya. Prosesnya memang perlu transparan dengan catatan. Catatannya, setiap proses hukum tetap mempunyai ruang cukup untuk kerahasiaan. 
Tidak semua proses hukum dapat diketahui karena jika setiap informasi terbuka secara prematur, justru dapat mengganggu proses penyelidikan kasus yang bersangkutan. Dengan pertimbangan demikian, saya memutuskan untuk menulis topik yang lain. Saya memilih untuk menuliskan lagi kolom terkait seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) yang harus dijaga agar tetap bersih, tanpa titipan, tanpa sogokan, dan nihil penyimpangan. Senin depan, pada 1 April, secara serentak di seluruh Indonesia lebih kurang 2.500 CPNS Kemenkumham hasil seleksi 2012 akan mulai masuk kerja, memulai dedikasinya menjaga hukum dan menegakkan hak asasi manusia di Tanah Air. 
Beberapa dari CPNS 2012 mengirimkan pesan Twitter menanyakan apa modal mereka memulai kerja. Saya katakan, “Mulai dengan bismillah, jaga integritas.” Seleksi CPNS tahun 2012 di Kemenkumham memang kami jaga agar betul-betul bersih, betul-betul fair buat semua peserta. Karena itu, di samping diawasi oleh pengawasan internal oleh Inspektorat Jenderal, kami juga mengajak pengawas internal dari elemen LSM, Ombudsman, dan mahasiswa. Hasilnya, insya Allah, adalah hasil seleksi yang lebih bersih.
Banyak cerita menarik dari para CPNS yang kemudian saya minta untuk dituliskan. Beberapa di antaranya cerita inspiratif dan mengharukan dari yang berlatar belakang keluarga sederhana seperti anak-anak sipir di Kemenkumham sendiri hingga penjual martabak. Cerita-cerita ini sengaja saya kumpulkan dan akhirnya akan diterbitkan. Berikut adalah cuplikan saja dari beberapa di antaranya. Cerita pertama adalah pengalaman Putra Adi Taqwa. Ayahnya seorang sipir penjara di Rumah Tahanan Negara, Trenggalek.
Putra juga mengikuti tiga kali tes CPNS sebelum akhirnya ia lulus pada 2012. Putra menuliskan: “Pada pertengahan bulan Juli 2012 itu pula aku mendapat kabar dari bapak bahwa telah dibuka pendaftaran CPNS Kemenkumham. Aku ikut lagi untuk yang keempat kalinya. Hawa pesimistis untuk diterima begitu kuat menghantui perasaanku waktu itu. Maklum saja aku sudah tiga kali daftar namun gagal. Namun sebisa mungkin rasa pesimistisku harus kubuang jauh-jauh. Sehari sebelum pengumuman kelulusan CPNS Kemenkumham Jatim, yaitu tanggal 15 Oktober 2012 malam hari, aku bermimpi. 
Dalam mimpiku itu bapak memakai baju dinasnya lengkap dengan atribut yang dipakai sedang melambaikan tangan sambil tersenyum memanggilku. Aku pun datang menghampiri bapakku. Bapak berkata, “Le, ini bapak bawa Surat Keputusan CPNS buat kamu. Kamu keterima, le. Selamat ya? Terus ini baju dinas yang kupakai aku berikan ke kamu. Jadilah pegawai yang baik.” Keesokan harinya ternyata apa yang aku mimpikan selama ini menjadi kenyataan. Apa yang aku perjuangkan selama ini ternyata berhasil. Apa yang aku doakan ternyata dikabulkan. 
Terima kasih ya Allah, atas izinmu aku lolos tes CPNS Kemenkumham tahun 2012 dengan cara yang bersih, tidak curang, tidak lewat calo, dan tidak mengeluarkan uang sepeser pun kecuali untuk keperluan-keperluan tes. Aku hari itu sangat bahagia. Semua anggota keluargaku mendatangiku mengucapkan selamat sambil menangis haru.” Cerita kedua yang saya ingin bagi adalah dari Muhammad Ilham. Dia menuliskan, pada hari kelulusan, Ilham mengecek situs pengumuman: 
“Saya terus scroll ke atas dan akhirnya saya menemukan nama saya urutannya paling atas di Formasi Pengaman Pemasyarakatan. Saya berteriak Alhamdulillah, keras sekali sampai tetangga saya bertanya, ada apa. Saya langsung sujud syukur dan menangis gembira tiada hentihentinya. Saya telepon ibu saya agar pulang ke rumah. karena ibu saya jualan sembako dan hanya saya yang bantu-bantu. Beliau berjualan di pasar. Ibu saya tanya, “ada apa”. Tapi saya belum memberitahukannya dan hanya menyuruhnya pulang sebentar ke rumah. 
Sesampainya ibu di rumah, beliau melihat saya menangis. Beliau kaget ada apa. Akhirnya, saya memberitahukan bahwa saya lolos seleksi CPNS Kemenkumham 2012. Saya langsung peluk dan cium ibu saya. Ibu saya pun juga menangis. Mengingat banyak tetangga yang berkata kepada ibu saya, “Berat bu, Ilham bisa lolos, karena pasti banyak “bawaan””. 
Tapi, ibu saya tidak pernah menanggapinya. Alhamdulillah terbukti omongan orang lain itu tidak benar. Bahwa saya dapat lolos seleksi Kemenkumham dengan hasil murni tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Semua tetangga pada terkejut, dan memberi ucapan selamat kepada saya dan ibu. Tidak lama berita itu cepat tersebar dari mulut ke mulut. 
Mereka seakan tidak percaya saya bisa lolos dengan hasil murni tanpa mengeluarkan uang seperti yang mereka bicarakan. Semua teman mengaji memberi selamat kepada ibu dan ada yang sampai menangis terharu. Anak yatim yang dibesarkan hanya dari kasih sayang seorang ibu membuat bangga keluarga. Ibu saya sangat bangga kepada saya dan saya persembahkan kelulusan ini kepada Alm. Ayah saya.
” Demikian dua contoh cerita CPNS 2012. Masih banyak cerita lain yang juga inspiratif dan menguatkan semangat kami agar terus menjaga setiap proses seleksi CPNS betul-betul menjadi “calon pegawai nihil setoran”. Proses yang fair, adil, tanpa titipan, tanpa setoran, dan nihil penyimpangan dalam bentuk apa pun. Kepada semua CPNS 2012 yang akan memulai darma baktinya pada 1 April 2013, izinkan kami menitipkan pesan. 
Selain memulai dengan bismillah, tolong jaga proses penanaman benih yang telah kami lakukan. Kami, panitia CPNS 2012, telah menyemaikan benih seleksi yang penuh integritas. Tolong benih itu dirawat dengan baik. Tolong jaga integritas itu. Bawa dia ke mana pun rekan-rekan CPNS 2012 melaksanakan tugas. 
Jadilah pohon-pohon integritas yang kokoh, yang tidak akan mempan dengan pungli, yang akan terus berjuang melawan korupsi, membasmi ketidakadilan dalam bentuk apa pun. Demi Indonesia yang lebih baik, lebih antikorupsi. Keep on fighting for the better Indonesia.  
Jumat 29 Maret 2013

Sabtu, 25 Februari 2012

Nasehat untuk Saudara-saudaraku.. ^^

Minggu yang cerah..
kegiatan hari ini dihabiskan dengan berada di depan laptop dan pastinya, langsung menghubungkan laptop dengan internet....
buka-buka laman, buka buka situs, tiba-tiba saya membaca suatu postingan, dan saya punya ide untuk menulis juga di blog saya... :')
Postingan itu berisi suatu nasehat.. dan ini dia postingan tersebut... :)

Nabi Muhammad SAW bersabda:
Ada empat hal yang membuat badan sakit:
a. Kebanyakan Bicara
b. Kebanyakan Tidur
c. Kebanyakan Makan
d. Kebanyakan Bertemu Orang

Empat hal yang merusak tubuh:
a. Khawatir atau Cemas
b. Kesedihan
c. Kelaparan
d. Tidur Larut Malam

Empat hal yang membuat murung dan kesedihan:
a. Bohong
b. Kurang ajar atau Tidak hormat
c. Berdebat tanpa pengetahuan atau informasi yang memadai
d. Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa takut

Empat hal yang meningkatkan wajah berseri dan kebahagiaan:
a. Kesalehan
b. Loyalitas
c. Kedermawanan
d. Menolong sesama dengan iklas tanpa diminta dan hanya mengharap ridho Illahi

Empat hal yang memberhentikan rizki:
a. Tidur dipagi hari dari sholat subuh hingga matahari bersinar
b. Tidak melakukan sholat atau berdoa secara teratur
c. Malas
d. Penghianatan atau ketidak jujuran

Empat hal yang membawa Rezeki:
a. Berdoa dimalam hari
b. Tobat
c. Beramal
d. Berdzikir

Jika susah janganlah merasa pilu
Ada Allah tempat mengadu
Jika gagal janganlah putus asa
Ada Allah tempat meminta
Jika bahagia janganlah jadi lupa
Karena hanya Allah lah tempat kita memuja untuk berucap syukur

Sumber : http://ayupratiwi.blogdetik.com/

Rabu, 22 Februari 2012

12 Kriteria Pakaian Muslimah


Betapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Kadang yang ditutup hanya kepala, namun ada yang mengenakan lengan pendek. Ada pula yang sekedar menutup kepala dengan kerudung mini. Perlu diketahui bahwa pakaian muslimah sudah digariskan dalam Al Qur’an dan Al Hadits, sehingga kita pun harus mengikuti tuntunan tersebut. Yang dibahas kali ini bukan hanya bentuk jilbab, namun bagaimana kriteria pakaian muslimah secara keseluruhan.

Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. 
Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki karena termasuk aurat.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).

Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.

Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31).

Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.

Syarat kedua: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33).

Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.
Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.

Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. 
Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.

Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)

Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)

Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum. 
Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!

Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
لَعَنَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ
Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)

Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.

Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). 
Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِى الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا
Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.

Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib. Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,
كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى امْرَأَةٍ بُرْداً فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ
“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”

Syarat kedelapan: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).  
Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,


إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الذِّيْنَ يُشَبِّهُوْنَ ِبخَلْقِ اللهِ
Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)

Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.

Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.

Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan.

Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar bathil yang tidak ada landasannya.
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.

Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.



Rujukan:
1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah
2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah
3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman
4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah
5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://remajaislam.com/islam-dasar/pojok-muslimah/150-12-kriteria-pakaian-muslimah.html


from : Yandi Mascandra

Jumat, 28 Oktober 2011

Ada Hikmah dalam perjalananku..

beberapa minggu ini ada beberapa kejadian yang mengajarkanku sesuatu hal yang penting..
kejadian pertama, seseorang yang sangat sulit sekali untuk berkomunikasi via media jejaring sosial, tiba-tiba muncul aktif di sosial media. Saya ga punya nomer HP nya karena memang saya ga dekat.. tapi dia adalah inspirasiku. ingin untuk menegur di situs jejaring sosial, tapi segaan. ketikan udah dimulai, tapi didelete kembali. Akhirnya ga beberapa lama, dia udah ga aktif di situs tersebut. Ada beberapa hal yang ingin ditanyakan, eh.. bingung sendiri jadinya.
Hikmah untuk kehidupan : ambil kesempatan selagi kesempatan itu ada. kalo rejeki memang ga akan kemana.

Kejadian kedua : Aku sadalah pecinta WESTLIFE. diantara personil westlife, aku sangat mengidolakan NICKY BYRNE. Ga tau kenapa, aku menilai dia adalah laki-laki yang baik hati, de el el.. Waktu itu, Nicky Byrne lagi aktif di twitter/lagi twitteran. dan kebetulan dia lagi balas-balas mention buat dia. iseng-iseng aku mention dia jg. Sejam berlalu, Tak disangka dan tak diduga, Dia balas Mention aku. waw.. Super bahagia... bagaimana ngga', untuk mendapatkan mention dari dia sangatlah sulit. secara followersnya ratusan..

Hikmahnya : Walaupun peluang itu kecil, tetap berusaha dan jangan menyerah..

dan kedua kejadian ini, Sama seperti mencari kerja, yang daftar sekian ribu orang, tapi kalo Allah s.w.t udah berkehendak, ga ada yang mustahil. yang penting BERUSAHA, JANGAN BUANG KESEMPATAN. dan JANGAN LUPA BERDO'A...

Senin, 26 September 2011

5 Fakta Mengagumkan Seputar Adzan

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.


Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.


1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”

Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.



2. Asal Mula Yang Menakjubkan:

Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.

Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”

yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.



3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:

Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:



- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah.



- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.



4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:

Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000



5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang

Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.



Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.



Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya


Source : 

Jumat, 19 Agustus 2011

Penyakit dari Allah


Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya Dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya. maka Allah akan menanamkan 4 penyakit yaitu :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya
2. Kesibukan yang tiada ujungnya
3. Kebutuhan yang tiada pernah terpenuhi, dan
4. Khayalan yang tiada berujung


{{HR. Imam Thabrani, Muslim}}


Source : dari berbagai sumber